News & Events

Memahami Konsep Event Driven Architecture (Eda)

Published on June 2, 2020

Rancangan aplikasi modern seperti IoT, digital twins, B2B ecosystem dan platform bisnis merupakan event-driven, akan tetapi kurangnya kemampuan untuk menguasai Event Driven Architecture (EDA) membuat organisasi terlambat memoderenisasi infrastruktur mereka berdasarkan.

Istilah Event-driven mungkin hal yang baru bagi sebagian orang namun konsep arsitekturnya sudah diterapkan diberbagai bidang seperti aplikasi layanan keuangan sekitar 20 tahun lalu.

Lalu apa itu EDA? Menurut glosari Gartner, EDA adalah paradigma rancangan aplikasi yang mana sebuah komponen software akan melakukan eksekusi setelah menerima satu atau beberapa notifikasi dari aplikasi atau device lain.

Memahami Konsep Event Driven Architecture (Eda)

Mayoritas organisasi lebih fokus mengolah event dari aplikasi, media sosial, sensor, perkakas, dan website untuk kebutuhan data analisis. Akibatnya event hanya terpendam di penyimpanan data yang notabene bisa dialirkan ke aplikasi lain yang membutuhkan untuk keperluan business intelligence.

Bisnis digital saat ini sangat terdampak dengan kehadiran EDA dari berbagai aspek seperti real-time intelligence and responsiveness, extensibility application, global scale, and "lossless" business activity analysis. Untuk menghadapi tantangan ini, setiap Perusahaan harus meninjau kesiapan bisnis maupun rancangan kedepannya. Saat ini bisnis di bidang pembayaran digital terus tumbuh dan beroperasi, akan tetapi masih sulit untuk keluar dari zona nyaman. Lambatnya Perusahaan dalam memoderenisasi infrastruktur mereka akan memberi banyak peluang pada kompetitor untuk melesat dan memakan pangsa pasar mereka yang masih bergantung ke sistem lama.

Berikut adalah istilah-istilah yang sering muncul berkaitan dengan event-driven yang sering disalah pahami:

1. Event:

  • perubahan suatu kondisi atau kondisi yang bisa dikenali dari sebuah sensor, log, event klik dari website, transaksi dari aplikasi bisnis dan banyak lagi.

2. Event Driven Architecture (EDA):

  • paradigma rancangan software yang setiap komponennya terintegrasi dengan event. Konsepnya sedikit berbeda dibandingkan paradigma client/server karna komponen EDA akan mengaliri seluruh komponen dengan event tanpa harus tau client dengan sistem filtering.

3. Event stream: aliran event tanpa batas.

  • Stream processing: aliran event berkelanjutan, proses event tanpa hambatan.
  • Stream analytic: informasi yang diperoleh dari stream processing.

PT Strategic Partner Solution

  The Bellezza Shopping Arcade
    2nd Floor Unit SA15-16
    Jl. Arteri Permata Hijau, Kec. Kby. Lama
    DKI Jakarta 12210
  +62 812 8700 0879
  info@myspsolution.com

NETWORKING

Bandung

  Jl. Jend. Sudirman No. 757
    Bandung 40212
(62-22) 603 0590 (Hunting)
(62-22) 603 0967

Medan

  Kawasan Industri Medan Star
    Jl. Pelita Raya I Blok F No. 5
    Tanjung Morawa Km 19,2
    Deli Serdang 20362
  (62-61) 7940800
  (62-61) 7941990

Semarang

  Jl. Tambak Aji I / 6
    Komp. Industri Guna Mekar
    Semarang 50185
  (62-24) 866 3521
  (62-24) 866 3529

Surabaya

  Jl. Ngemplak No. 30
    Komplek Ambengan Plaza
    Blok B 35-37
    Surabaya 60272
  (62-31) 531 9635 (Hunting)
  (62-31) 531 9634

Lampung

  Perumahan Gunung Madu Plantation
    Jalan Pulau Morotai Blok B No. 1
    Kecamatan Sukarame - Tanjung Baru
    Bandar Lampung

Surakarta

  Jalan Melati No. 2,
    Kelurahan Purwosari
    Laweyan, Surakarta

Palembang

  Komplek Ilir Barat Permai
    Blok D.I. No. 31
    Kelurahan 24 Ilir, Palembang

Samarinda

  Jalan Ir. Sutami, Pergudangan Tahap II
    Blok S No.3B
    Karang Asam, Samarinda

Makassar

  Jalan Ir. Sutami,
    Komplek Pergudangan Parangloe Indah
    Blok C-II 3/6, Makassar

Pontianak

  Jalan Raya Wajok Hilir Km. 15,65
    Siantan, Pontianak