News & Events

Part 1. Event-Mesh pada Sektor Energi

Published on October 8, 2020

Pada sektor ini Solace telah melakukan wawancara terhadap para eksekutif senior yang bergerak dibidang tambang, minyak dan gas (migas) tentang tantangan dan aspirasi mereka, yang merupakan prioritas yang umumnya sering kita dengar. Didalam hal strategi bisnis terdapat beberapa istilah penting seperti alokasi modal, manajemen portofolio, aset hidup, lingkungan, keselamatan, pemanfaatan nilai saham, EBITDA (earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization/pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) dan perlindungan izin operasi. Disisi strategi eksekusi terdapat prioritas tertinggi seperti inovasi teknologi sebagai memanfaatan eksplorasi, optimisasi dan efisiensi produksi, dan end-to-end value chain integration dan otomatisasi. Pada strategi eksekusi inilah penekanan biaya produksi dapat dilakukan agar tetap kompetitif dan meningkatkan peluang untuk terus untung dalam keadaan harga komoditas tidak stabil atau jatuh.

Part 1. Event-Mesh pada Sektor Energi

Dengan mengkaji lebih dalam, maka didapatlah pilar utama yaitu stategi eksekusi serta transformasi digital. Pemanfaatan transfromasi digital dapat membantu sektor energi bisa mencapai efisiensi dalam kapabilitas tertentu misalnya pengoperasian jarak jauh, pengangkutas otomatis, daya gerak yang berkelanjutan maupun otomatisasi supply chain. Layaknya industri perbankan, industri migas secara perlahan mulai memperhitungkan kapabilitas teknologi digital sebagai kerangka optimalisasi.

Pada awalnya teknologi dimanfaatkan untuk proses bisnis dan strategi eksekusi. Memperkuat transformasi digital seperti IoT pada industri, sensor digital, emisi, transduser (alat pengubah energi), aktuator (penggerak dan pengontrol sebuah mekanisme atau sistem), drone, dan robot otomatis. Semua hal yang bersifat fisik tersebut harus dipastikan berperilaku sesuai peran dan dimanfaat untuk pengambilan keputusan. Untuk mencapai tujuan tersebut, teknologi baru akan beroperasi dengan sistem analitik, artificial intelligent, machine learning, mobilitas dan penambahan kapasitas.

Integrasi, Lapisan, dan Kompleksitas

Dalam topik ini terdapat diskusi pada mining 4.0 dan bentuk teknis, dan rujukan arsitektur yang mengenali peran ERP, Mining Execution System (MES), SCADA, PLC, dan sistem kontrol. Disisi operasional, MES dikenal dengan sistem eksekusi manufaktur atau model sistem eksekusi konstruksi. Model tersebut akan mengenali bagaimana lapisan ERP, MES, SCADA, dan sistem kontrol akan saling beroperasi dengan keamanan maksimal dan efisien. Sedangkan pada lapisan ERP, vendor global seperti SAP berperan sebagai strategi pada area supply chain, material, dan management tenaga kerja.

Baca juga: Part 1. Solace dan Industri Penerbangan

Selain itu terdapat banyak sekali teknologi digital berasal dari peralatan strategi dan penyedia aplikasi sehingga menambah kompleksitas. Dengan beragamnya teknologi digital dan peralatan operasional dari strategi manufaktur ditambah dengan keberadaan layanan cloud yang memiliki cara integrasi masing-masing, mengharuskan pengguna awas terhadap single-source lock-in.

Permasalahan tersebut diatas memunculkan perdebatan baru tentang bagaimana cara mengintegrasikan teknologi yang sangat beragam dan tersebar diberbagai lingkungan. Integrasi disini bukan hanya bisa mengotomatisasi antar end-to-end value chain akan tetapi juga melingkupi seluruh lapisan arsitektur, teknologi yang terkungkung (silos), cloud, devices, dan geografis. Sesuai dengan gambaran diatas, faktanya transformasi digital tidak bisa lepas dari integrasi.

Melihat Dari Sudut Pandang Events

Jika tantangan baru diciptakan oleh kompleksitas dari integrasi yang mana memungkinkan terbentuknya transformasi digital lalu bagaimana respon dari sumber daya inovatif perusahaan? Salah satunya adalah dengan melihat end-to-end value chain dari perspektif events. Didalam sumber daya bisnis terdapat banyak sekali berbagai jenis event.

Berikut ini adalah contoh dari event yang ada sektor energi.

  • Pengangkutan biji besi ke pelanggan dengan tepat waktu.
  • Menghindari kefatalan pekerja dengan mengirim peringatan berkala dari sensor/emisi.
  • Anomali yang terjadi pada kondisi ombak yang bisa dipredisksi dari pelabuhan atau badai.
  • Kedatangan petugas kapal dan update lokasi harus difasilitasi oleh sistem IT.
  • Mengetahui setiap pembatalan atau kesalahan akibat kegagalan pada peralatan.
  • Menghindari insiden lingkungan karna sensor digital memberi peringatan ke tim emergensi untuk menangani setiap perubahan untuk dicegah.
  • Mengakses lokasi yang sulit dicapai oleh manusia normal dengan mengoperasikan kamera drone.
  • Mencegah kerugian dengan mendeteksi temperatur pada komponen lokomotif atau tekanan pada pompa peralatan selam.
  • Memperbaiki peralatan cadangan sesuai dengan nomor seri yang valid.
  • Dan sesuatu yang tidak bekerja seperti seharusnya, serta banyak lagi contoh-contoh lainnya.

Dengan menghubungkan setiap titik event antar sistem, proses, dan geografis menciptakan peluang untuk lebih efektif dan meminimalisir risiko. Jika memandang semuanya dari sudut event, event merupakan hal sangat penting didalam meningkatkan keefektifan dalam value chain. Jika event adalah sesuatu yang paling penting maka arsitektur event driven berperan sebagai "sistem saraf" pada teknologi informasi. Suatu hal yang paling penting pada EDA adalah aksi atau respon terhadap suatu kejadian.

Sumber: Solace

1. SCADA: Supervisory Control and Data Acquisition

2. PLC: Programmable Logic Controller

3. Amortisasi (hukum): penyusutan secara berangsur-angsur dari utang atau penyerapan nilai kekayaan yang tidak berwujud dan bersifat susut, seperti kontrak atau jatah keuntungan (royalti) ke dalam pos biaya, selama jangka (waktu) tertentu

4. Depresiasi: penyusutan nilai (seperti mata uang)

5. Portofolio: gabungan pemilikan lebih dari satu saham, obligasi, komoditas, dan sebagainya oleh seseorang atau investor kelembagaan

PT Strategic Partner Solution

  The Bellezza Shopping Arcade
    2nd Floor Unit SA15-16
    Jl. Arteri Permata Hijau, Kec. Kby. Lama
    DKI Jakarta 12210
  +62 812 8700 0879
  info@myspsolution.com

NETWORKING

Bandung

  Jl. Jend. Sudirman No. 757
    Bandung 40212
(62-22) 603 0590 (Hunting)
(62-22) 603 0967

Medan

  Kawasan Industri Medan Star
    Jl. Pelita Raya I Blok F No. 5
    Tanjung Morawa Km 19,2
    Deli Serdang 20362
  (62-61) 7940800
  (62-61) 7941990

Semarang

  Jl. Tambak Aji I / 6
    Komp. Industri Guna Mekar
    Semarang 50185
  (62-24) 866 3521
  (62-24) 866 3529

Surabaya

  Jl. Ngemplak No. 30
    Komplek Ambengan Plaza
    Blok B 35-37
    Surabaya 60272
  (62-31) 531 9635 (Hunting)
  (62-31) 531 9634

Lampung

  Perumahan Gunung Madu Plantation
    Jalan Pulau Morotai Blok B No. 1
    Kecamatan Sukarame - Tanjung Baru
    Bandar Lampung

Surakarta

  Jalan Melati No. 2,
    Kelurahan Purwosari
    Laweyan, Surakarta

Palembang

  Komplek Ilir Barat Permai
    Blok D.I. No. 31
    Kelurahan 24 Ilir, Palembang

Samarinda

  Jalan Ir. Sutami, Pergudangan Tahap II
    Blok S No.3B
    Karang Asam, Samarinda

Makassar

  Jalan Ir. Sutami,
    Komplek Pergudangan Parangloe Indah
    Blok C-II 3/6, Makassar

Pontianak

  Jalan Raya Wajok Hilir Km. 15,65
    Siantan, Pontianak